Ternyata gw ada tugas PTI, ngebahas RFID di "Flazz Card"nya BCA. Secara gw lupa and deadlinenya tengah malem ntar, moga aja masih sempet deh..
Okey, mulai...!

BCA Flazz Card itu adalah alat pembayaran multifungsi tercepat pertama di Indonesia saat ini. Flazz Card ini memakai teknologi chip and RFID (Radio Frequency Identification) atau begitulah menurut yang gw baca di websitenya BCA.
[Sekilas Info: RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi.]
Truzz, Flazz Card ini katanya beda sama kartu kredit and kartu debit. Klw di kartu kredit and debit, otorisasi transaksi pembayarannya pake cara online di pusat data bank, tapi.. klw Flazz Card, langsung di chip yang ada di tuh kartu sendiri.
Oiya, Flazz Card BCA katanya (lagi) nawarin kecepatan, kemudahan, kepraktisan paz dipake buat bertransaksi. Menurut yang gw kutip di websitenya BCA:
Cepat, karena transaksi pembayaran diselesaikan dalam hitungan detik dengan proses kerja contactless (tidak perlu digesek seperti kartu kredit, cukup diletakkan di mesin reader).
[kayak ngecek barcode barang di kasir pasar swalayan gitu]
Mudah, karena tidak perlu menginput PIN.
[langsung tempel di mesin reader]
Praktis, karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, juga tidak perlu menyimpan uang receh lagi.
[secara bentuknya kartu]
Selain itu, murah, karena tanpa biaya transaksi. Keuntungan lain, terhindar dari risiko kesalahan hitung dan uang palsu karena tidak terjadi transaksi tunai. Kemudahan bagi merchant, tidak perlu sedia uang kembalian, mempercepat layanan karena tidak perlu mengecek keaslian uang dan menghitung uang saat transaksi, pula tidak perlu menyimpan uang dalam jumlah besar.
Namanya juga dagang, pastinya gencar mempromosikan produknya dengan menyebutkan kelebihan - kelebihan produknya itu dibanding yang lainnya. Klw ngga kayak gtu gimana mw laku, ya ngga?
Flazz Card ini menggunakan sistem isi ulang atau bisa dibilang "Top Up", dengan cara membawa Kartu Paspor BCA and Flazz Card ke ATM Non-tunai BCA atw di merchant-merchant yang ada logo Flazz Isi Ulang. Minimum top up adalah Rp 100.000, truzz saldo maksimum yang bisa disimpan di kartu tuh Rp 1 juta.
Caranya bisa diliat dibawah:



Cara top upnya sih lumayan mudah, tapi kadang suka gagal paz masukin Paspor BCAnya jadi mesti berulang - ulang deh.
Di BiNus sendiri, Flazz Card ini memiliki multi fungsi, selain sebagai kartu pembayaran juga sebagai kartu identitas mahasiswa BiNus and buat askes ke perpus. Selain mahasiswa aktif, dosen and civitas akademik yang lain, alumni BiNus juga bisa mendapatkan Flazz Card ini dengan mengurusnya terlebih dahulu dengan pihak BiNus juga cabang BCA yang ada di kampus Anggrek.
Memang sih, dengan adanya Flazz Card ini berbagai aktivitas jadi lebih mudah, tapi kartu ini juga memiliki kelemahan dari kelebihannya yaitu dengan tidak perlu menginputkan PIN, jadi siapa pun bisa menggunakan kartu tersebut tanpa diketahui oleh si pemilik kartu.
So, mesti ati - ati juga nih pake Flazz Card...
[kayak ngecek barcode barang di kasir pasar swalayan gitu]
Mudah, karena tidak perlu menginput PIN.
[langsung tempel di mesin reader]
Praktis, karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, juga tidak perlu menyimpan uang receh lagi.
[secara bentuknya kartu]
Selain itu, murah, karena tanpa biaya transaksi. Keuntungan lain, terhindar dari risiko kesalahan hitung dan uang palsu karena tidak terjadi transaksi tunai. Kemudahan bagi merchant, tidak perlu sedia uang kembalian, mempercepat layanan karena tidak perlu mengecek keaslian uang dan menghitung uang saat transaksi, pula tidak perlu menyimpan uang dalam jumlah besar.
Namanya juga dagang, pastinya gencar mempromosikan produknya dengan menyebutkan kelebihan - kelebihan produknya itu dibanding yang lainnya. Klw ngga kayak gtu gimana mw laku, ya ngga?
Flazz Card ini menggunakan sistem isi ulang atau bisa dibilang "Top Up", dengan cara membawa Kartu Paspor BCA and Flazz Card ke ATM Non-tunai BCA atw di merchant-merchant yang ada logo Flazz Isi Ulang. Minimum top up adalah Rp 100.000, truzz saldo maksimum yang bisa disimpan di kartu tuh Rp 1 juta.
Caranya bisa diliat dibawah:



Cara top upnya sih lumayan mudah, tapi kadang suka gagal paz masukin Paspor BCAnya jadi mesti berulang - ulang deh.
Di BiNus sendiri, Flazz Card ini memiliki multi fungsi, selain sebagai kartu pembayaran juga sebagai kartu identitas mahasiswa BiNus and buat askes ke perpus. Selain mahasiswa aktif, dosen and civitas akademik yang lain, alumni BiNus juga bisa mendapatkan Flazz Card ini dengan mengurusnya terlebih dahulu dengan pihak BiNus juga cabang BCA yang ada di kampus Anggrek.
Memang sih, dengan adanya Flazz Card ini berbagai aktivitas jadi lebih mudah, tapi kartu ini juga memiliki kelemahan dari kelebihannya yaitu dengan tidak perlu menginputkan PIN, jadi siapa pun bisa menggunakan kartu tersebut tanpa diketahui oleh si pemilik kartu.
So, mesti ati - ati juga nih pake Flazz Card...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar