Jumat, Desember 05, 2008

"Google AdSense vs Google Analytics"

Okey, tugas yang kedua adalah Apa Itu Google AdSense? dan Bedanya dengan Google Analytics. Meski udah mw tengah malem, tetep mesti gw kebut ngerjain ni tugas.


Pertama-tama, yang mw gw bahas adalah Google AdSense. AdSense adalah suatu program kerjasama dalam bentuk periklanan melalui media internet yang diselenggarakan oleh Google. Dengan program ini, pemilik website atw blog yang udah daftar truzz disetujuin keanggotaannya dibolehin masang iklan yang bentuk dan materinya udah ditentuin pihak Google di halaman web mereka masing - masing. Pemilik situs web atw blog tadi bakal ngedapetin pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk tiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang akhirnya dikenal sebagai sistem Pay Per Click (PPC) atw bayar per klik.

Selain nyediain iklan-iklan dengan sistem bayar per klik, Google AdSense juga nyediain AdSense untuk pencarian (AdSense for Search) dan iklan arahan (Referral). Pada AdSense untuk pencarian, pemilik situs web bisa memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka. Pemilik situs bakal mendapatkan pemasukan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan pengunjung melalui kotak pencarian tersebut, yang berlanjut dengan klik pada iklan yang disertakan pada hasil pencarian. Pada iklan arahan, pemilik situs akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh pengunjung yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut.


Lalu selanjutnya Google Analytics (disingkat GA) adalah layanan gratis yang ditawarkan oleh Google yang menampilkan rincian tentang statistik pengunjung sebuah situs web. Utamanya ini adalah produk yang ditujukan untuk mereka yang bertentangan dengan webmaster dan teknologi dari mana industri web analisis awalnya berkembang. GA dapat melacak pengunjung dari semua sumber, termasuk mesin pencari, penampil periklanan, jaringan bayar per klik, email pemasaran dan jaminan digital seperti link dalam dokumen PDF.

Dipaduin dengan AdWords, pengguna bisa memantau secara online dengan pelacakan dan arahan konversi (tujuan) yang berkualitas. Tujuan itu mungkin juga termasuk penjualan, memimpin generasi, melihat halaman tertentu, atau men-download file tertentu. Dengan menggunakan GA, juga dapat menentukan iklan yang aktif, dan yang tidak, memberikan informasi untuk mengoptimalkan promosi atau menyisihkan. Melalui penggunaan GA analisis, buruk halaman dapat diidentifikasi menggunakan teknik visualisasi seperti saluran, di mana pengunjung datang dari (referer), berapa lama mereka liat-liat situs tersebut dan posisi geografis mereka, ditambah dengan fitur yang lebih canggih, termasuk segmentasi pengunjung yang mengunjungi situs tersebut.

Pengguna dapat secara resmi menambahin hingga 50 situs profil. Setiap profil umumnya berkaitan dengan satu website. Hal ini terbatas untuk situs yang memiliki lalu lintas yang kurang dari 5 juta tampilan halaman per bulan, kecuali situs ini terhubung ke sebuah promosi AdWords.




Jadi bedanya udah ketauan khan, klw Google AdSense itu layanan internet dalam bentuk periklanan dengan sistem bagi keuntungan antara pihak Google dengan pemilik situs yang mendaftar, tiap pengunjung situs tersebut mengklik iklan yang disisipkan Google dalam situs tersebut, sedangkan Google Analytics adalah layanan internet yang memberikan rincian data statistik pengunjung sebuah situs dan melacak bermacam - macam data pengunjung tersebut.

BCA "Flazz Card"

Huff..
Ternyata gw ada tugas PTI, ngebahas RFID di "Flazz Card"nya BCA. Secara gw lupa and deadlinenya tengah malem ntar, moga aja masih sempet deh..
Okey, mulai...!


BCA Flazz Card itu adalah alat pembayaran multifungsi tercepat pertama di Indonesia saat ini. Flazz Card ini memakai teknologi chip and RFID (Radio Frequency Identification) atau begitulah menurut yang gw baca di websitenya BCA.
[Sekilas Info: RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi.]
Truzz, Flazz Card ini katanya beda sama kartu kredit and kartu debit. Klw di kartu kredit and debit, otorisasi transaksi pembayarannya pake cara online di pusat data bank, tapi.. klw Flazz Card, langsung di chip yang ada di tuh kartu sendiri.

Oiya, Flazz Card BCA katanya (lagi) nawarin kecepatan, kemudahan, kepraktisan paz dipake buat bertransaksi. Menurut yang gw kutip di websitenya BCA:
Cepat, karena transaksi pembayaran diselesaikan dalam hitungan detik dengan proses kerja contactless (tidak perlu digesek seperti kartu kredit, cukup diletakkan di mesin reader).
[kayak ngecek barcode barang di kasir pasar swalayan gitu]

Mudah, karena tidak perlu menginput PIN.
[langsung tempel di mesin reader]
Praktis, karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, juga tidak perlu menyimpan uang receh lagi.
[secara bentuknya kartu]

Selain itu, murah, karena tanpa biaya transaksi. Keuntungan lain, terhindar dari risiko kesalahan hitung dan uang palsu karena tidak terjadi transaksi tunai. Kemudahan bagi merchant, tidak perlu sedia uang kembalian, mempercepat layanan karena tidak perlu mengecek keaslian uang dan menghitung uang saat transaksi, pula tidak perlu menyimpan uang dalam jumlah besar.
Namanya juga dagang, pastinya gencar mempromosikan produknya dengan menyebutkan kelebihan - kelebihan produknya itu dibanding yang lainnya. Klw ngga kayak gtu gimana mw laku, ya ngga?

Flazz Card ini menggunakan sistem isi ulang atau bisa dibilang "Top Up", dengan cara membawa Kartu Paspor BCA and Flazz Card ke ATM Non-tunai BCA atw di merchant-merchant yang ada logo Flazz Isi Ulang. Minimum top up adalah Rp 100.000, truzz saldo maksimum yang bisa disimpan di kartu tuh Rp 1 juta.

Caranya bisa diliat dibawah:







Cara top upnya sih lumayan mudah, tapi kadang suka gagal paz masukin Paspor BCAnya jadi mesti berulang - ulang deh.
Di BiNus sendiri, Flazz Card ini memiliki multi fungsi, selain sebagai kartu pembayaran juga sebagai kartu identitas mahasiswa BiNus and buat askes ke perpus. Selain mahasiswa aktif, dosen and civitas akademik yang lain, alumni BiNus juga bisa mendapatkan Flazz Card ini dengan mengurusnya terlebih dahulu dengan pihak BiNus juga cabang BCA yang ada di kampus Anggrek.

Memang sih, dengan adanya Flazz Card ini berbagai aktivitas jadi lebih mudah, tapi kartu ini juga memiliki kelemahan dari kelebihannya yaitu dengan tidak perlu menginputkan PIN, jadi siapa pun bisa menggunakan kartu tersebut tanpa diketahui oleh si pemilik kartu.

So, mesti ati - ati juga nih pake Flazz Card...